Tidak banyak band di Indonesia yang bisa disebut sebagai legenda, tapi Foto dewa 19 adalah perkecualian. Dengan album-album yang berkualitas dan sangat populer, musik yang mempengaruhi berbagai band lain, ditambah berbagai prestasi yang dimilikinya, band yang telah aktif sejak tahun 1986 sampai 2011 ini adalah salah satu dari band legendaris yang dimiliki oleh Indonesia.

Grup band ini dimulai pada tahun 1986, ketika para personilnya masih SMP, tepatnya SMP Negeri 6, Surabaya. Keempat personilnya saat itu adalah Dhani Ahmad (keyboard, vokal), Erwin Prasetya (bass), Wawan Juniarso (drum), serta Andra Juniardi (gitar). Nama Dewa dibentuk sesuai akronim nama mereka berempat. Mereka juga sempat berganti nama menjadi Down Beat yang fokus ke jazz meskipun akhirnya kembali menjadi Foto dewa 19. Ari Lasso bergabung saat itu sebagai vokalis.

Tak lama setelahnya, Dewa ditawari investasi Rp10 juta untuk master rekaman yang harus dilakukan di Jakarta. Setelah itu, Ahmad Dhani berkeliling Jakarta mencari label rekaman. Setelah ditolak sana-sini, akhirnya mereka dilirik Jan Djuhana (Team Records) yang sudah sukses dengan KLa Project. Tahun 1992, album perdana mereka keluar. Album ini meledak di pasaran, menjadi album terlaris di tahun 1993 dengan single “Kangen” dan “Kita Tidak Sedang Bercinta Lagi”.

Nama band yang satu ini pun mulai menanjak. Berturut-turut album-album sukses diproduksi, eksperimen musik dilakukan, dan berbagai penghargaan disabet. Prestasi mereka misalnya:

  • Album ketiga Dewa, “Terbaik-terbaik”, ditempatkan sebagai salah satu 150 Album Indonesia Terbaik Sepanjang Masa oleh Rolling Stone
  • Meraih BASF Awards untuk “Grup Musik Rock Terbaik”, “”Tata Musik Rekaman Terbaik”, “Grup/Duo Rekaman Terbaik”, dan “Video Klip Terbaik” untuk “Siti Nurbaya”.
  • Meraih penjualan sebesar 500.000 keping di Indonesia untuk album ketiga.
  • Album keempat, “Pandawa Lima”, mendapat Anugerah Musik Indonesia 1997 dan sukses terjual 800.000 keping lebih.

Tapi tak hanya hura-hura saja yang dialami oleh band ini. Perbedaan gaya bermusik membuat personil berganti, kemudian Erwin Prasetya dan Ari Lasso kecanduan narkoba. Kondisi ini membuat Dewa sering terpaksa membatalkan acara manggung dan vakum. Erwin berhasil direhab dan kembali lagi, tapi Ari Lasso terpaksa dikeluarkan. Sebagai gantinya, Once Mekel pun masuk menggantikan Ari menjadi vokalis.

Bisa dibilang, ini adalah titik balik dari Dewa. Mulai tahun 2000, band ini mengalami puncak kesuksesan dengan formasi barunya. Angka 19 dicampakkan, dan Dewa hadir dengan gaya baru. Beberapa prestasi yang patut diingat adalah:

  • Album “Bintang Lima” menjadi album paling sukses Dewa sampai sekarang, dengan 6 lagu menjadi single andalan, dan penjualan 1,7 juta keping.
  • Mendapatkan penghargaan AMI Awards dan dinobatkan sebagai album Indonesia terbaik.
  • Tour di puluhan kota Indonesia dan perilisan album live double “Atas Nama Cinta”.
  • Diundang ke berbagai festival internasional dan showcase di Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat, bahkan di Timor Leste.
  • Mendapatkan kontrak untuk album internasional, dan melempar album “Republik Cinta” yang menyerukan tentang toleransi beragama dan perdamaian.
  • Tahun 2007, album kompilasi “Kerajaan Cinta” dibuat, dan konser besar-besaran di Malaysia dilakukan.

Pada akhirnya, karena kesibukan masing-masing personilnya, Dewa pun tidak kunjung merampungkan album terakhirnya, dan hanya single yang keluar. Tahun 2011, Dewa pun resmi bubar setelah berkarya selama kurang lebih 25 tahun atau seperempat abad. Meskipun demikian, konser reuni Foto dewa 19 dilakukan dengan menggandeng personil-personil awal Dewa. Bukan tak mungkin, band ini pun bisa kembali berkarya lagi.

Perjalanan Foto dewa 19, Band Legendaris asal Indonesia
Perjalanan Foto dewa 19, Band Legendaris asal Indonesia

perjalanan-foto-dewa-19-band-legendaris-asal-indonesia-1 perjalanan-foto-dewa-19-band-legendaris-asal-indonesia-2 perjalanan-foto-dewa-19-band-legendaris-asal-indonesia-3 perjalanan-foto-dewa-19-band-legendaris-asal-indonesia-4

LEAVE A REPLY